| Editorial | | Iklan Baris | | Forum | | Pasang Iklan |

arrowBerita Utama arrow Pariwisata Monday, 06 September 2010  
 

Pariwisata
MICE & Marine Tourism' Tahun 2009, Kelanjutan Program VIY 2008
| Oleh : Pusformas Budpar/Antoni |
| Thursday, 13 November 2008 |

MICE & Marine Tourism' Tahun 2009, Kelanjutan Program VIY 2008

Menado, SPB
Pemerintah (Depbudpar) bersama  pelaku bisnis,  asosiasi,   dan para pemangku kepentingan (stakeholder) pariwisata telah sepakat untuk melanjutkan program Visit Indonesia Year (VIY) 2008 pada tahun depan (2009) dengan fokus pada MICE dan marine tourism.   "Program VIY 2008 kita lanjutkan pada tahun 2009 dengan Visit Indonesia Year: MICE and Marine Tourism. Dua produk unggulan;  wisata bahari dan wisata konvensi menjadi primadona untuk meraih target 8 juta kunjungan wisman tahun 2009," kata  DR.Sapta Nirwandar,  Dirjen Pemasaran Depbudpar kepada pers di gedung Sapta Pesona Jakarta, Rabu (5/11) sehubungan akan diselenggarakannya "2nd Internasional Conference on Intellectual Property and the Creative Industries dan Seminar Nasional Perlindungan dan Pengembangan Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional"  di Bali pada 2-4 Desember 2008.
Menurut Sapta Nirwandar,  program Visit Indonesia Year: MICE and Marine Tourism cukup kuat dan relevan  mengingat tahun 2009 Indonesia akan melakukan pesta demokrasi (Pemilu) dan menjadi tuan rumah konferensi dunia World Ocean Conference (WOC) di Menado, Sulawesi Utara.


 

Selanjutnya...

Transparansi dan Akuntabilitas Depbudpar, Sangat Diragukan
| Oleh : Antoni |
| Saturday, 06 September 2008 |

Transparansi dan Akuntabilitas Depbudpar, Sangat Diragukan

Jakarta, SPB
Meskipun uang rakyat sebesar Rp. 9.205.690.000,- (Sembilan Miliar Dua Ratus Lima Juta Enam Ratus Sembilan Puluh Ribu Rupiah) digunakan untuk Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar), namun ternyata transparansi dan akuntabilitas Depbudpar masih sangat diragukan.
Pasalnya di instansi yang dipimpin oleh Menteri Jero Wacik masih saja sangat tertutup dalam memberikan informasi dan tidak jarang juga memberikan informasi yang dinilai tidak jujur dan terbuka apa adanya. Contohnya adalah surat klarifikasi dan tanggapan yang diberikan oleh Kepala Pusat Informasi dan Humas (Kapusinmas) Depbudpar, Surya Dharma beberapa waktu lalu.

Last Updated ( Saturday, 06 September 2008 )
Selanjutnya...

Acara Batak Diadakan di Jerman
| Oleh : Tim SPB |
| Sunday, 24 August 2008 |

Mengambil Tempat di Kampung Ompung Nomensen Bersama Gubernur:

Orang Orang Batak Pesta Musim Panas di Luar Negeri

 

 

(Nordstrand Jerman, SPB)

Masyarakat Batak Eropah mengadakan pesta musim panas di Nordstrand (kampung kelahiran Opung Nomensen) dengan sukses dan meriah, dan membuahkan rasa persatuan dnan kesatuan masyarakat Batak khususnya dan masyarakat waerga negara Indonesia umumnya di sana.
Pesta tersebut dihadiri oleh orang orang Batak yang bukan hanya tinggal di Jerman saja tapi juga berdatangan dari negara Eropa yang lainnya dan turut dihadiri oleh warga negara
Indonesia lainnya. Membuat pesta musim panas itu, para penduduk setempat, dan warga negara lain juga ikut memeriahkannya. Sommerfest yang
berjalan selama 3 hari itu, dimulai hari jumat sampai minggu awal bulan Agustus 2008 ini, sekaligus terkandung makna dalam acara itu sebagai roh memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 63.

Hal itu disampaikan oleh koresponden SPB dari Jerman yang mengatakan bahwa orang orang Indonesia khususnya orang orang Batak masih mempunyai kekerabatan yang sangat akrab dan bersahabat, walau nun jauh di benua Eropah di belahan kutub Utara itu. Ia menyampaikan acara yang cukup meriah dan bergengsi dan penuh keakraban sesama bangsa Indonesia di sana yang baru pertama kalinya dilakukan di Odenbüll Nordstrand Germany.

Musik oleh R. Sidabutar, Napitu dan pemusik lainnya, membuat acara telah cukup meriah sejak mulai dari penerimaan tamu dan sebagian saling berkenalan. Acara yang berlangsung di taman terbuka di pekarangan rumah keluarga Pdt. Wiese (Pendeta Lutheran di Oldenbüll Nordstrand) penuh keakraban, Pdt. Wiese seolah olah membuat seolah olah Nomensen hidup kembali.

Sihar Nadeak dari Kedutaan Besar Indonesia di Berlin Jerman selaku Ketua Panitia mengawali kata sambutannya dengan memekikkan ucapan “horas, horas, horas” yang disambut kembali dengan hangat oleh para hadirin, dengan ucapan :”Horas, horas, horas” pula.

Nadeak dan Robinson Sidabutar, Sekretaris Panitia yang juga bertindak sebagai koordinator musik dan acara (regie), juga sebagai MC (master of ceremony) mengatakan, mereka berpesta mengenang jasa Apostel Nomensen ratusan tahun lalu di tanah Batak. Katanya, Nomensen lah yang membuka mata orang orang Batak sehingga bisa mempercepat kemajuan orang orang Batak di dunia. Nomensen katanya menanamkan keinginan maju bagi orang Batak dan orang orang Batak yang sebelumnya disebut kuno dapat mengenyam ilmu pengetahuan di bidang kerohanian, pertanian, sosial, ekonomi, kedokteran, dllnya. Oleh karena itu orang orang Batak dapat beradaptasi dengan etnis lainnya di Indonesia, malah banyak sudah menjadi sarjana (S3) dari berbagai negara, akunya.

Nadeak menghimbau para orang orang Indonesia di Eropah khususnya orang orang Batak yang beragama Kristen, betapa pentingnya meneruskan visi dan missi Nomensen yang telah membangun jembatan antara Sumatra (Indonesia) dengan Nordstrand (Jerman) yang sudah dibangun dengan baik. Ia minta harus dibina terus, baik itu dari sisi spiritual, kultur maupun juga dalam berbagai persahabatan yang memberi kebruntungan terlebih pujian bagi Tuhan.

Ia mengusulkan agar orang orang Batak membentuk suatu wadah perkumpulan Batak se Eropah yang menyatukan seluruh ormas atau kelompok marga dan profesi orang orang Batak yang ada di negara Eropah. Dengan selingan beberapa lagu dan tarian dari daerah Batak, Teuku Dermawan (Konsul Jendral RI Hamburg) menyampaikan kata sambutan dengan menyampaikan sejarah perjalanan Nomensen ke Tano Batak yang merupakan suatu keuntungan bagi suku Batak dan juga Indonesia secara keseluruhan. Kata Dermawan, jasa Nomensen dalam membangun citra suku Batak baik itu dibidang kerohanian maupun dibidang pendidikan sehingga keberadaan kita saat ini dalam mejalan hubungan antar Jerman dan Indonesia merupakan suatu titik temu yang mempunyai peranan penting.

Beliau menyampaikan bahwa hubungan terjalin cukup baik antara Schleswig-Holstein dan Sumatra Utara ataupun juga Indonesia, dari pihak konsulat RI di Hamburg selalu mendukung hal hal seperti ini dimasa lalu dan dimasa mendatang.

Sambil diiring musik dari Tano Batak, acara makan siang dibuka dengan ala Garten Party, Sagala (dari Kedutaan Paris) yang mewakili seluruh masyarakat Batak di Eropah yang tinggal di luar Jerman mengatakan, betapa pentingnya menjalin suatu organisasi Batak Eropa secara teratur dimana bukan saja memiliki ide ide yang baik seperti yang terjadi selama ini namun pentingnya mewujudkan ide yang baik ini menjadi suatu kenyatan dalam kehidupan bermasyarakat, baik itu di Eropa maupun di tanah air. Adalah kenyatan bahwa Nomensen yang memiliki ide yang baik dan melaksanakanya dengan sepenuh hati dan sungguh sungguh sehingga dalam berkat Tuhan, Beliau dapat merealisasi segala visi dan misinya walaupun nyawanya sendiri dipertaruhkan untuk menjalankan ide yang baik itu. Nomensen menganjurkan supaya kita tidak hanya berteori yang baik, tapi harus juga sebagai pelaksana yang baik.
Acara berlangsung sampai sore, penuh dengan beraneka ragam tampilan tari, lagu dari berbagai daerah di
Indonesia, disamping acara yang sudah dipersiapkan oleh tim panitia maka para tamu diberi juga kesempatan spontanistas untuk memeriahkan acara. Acara hari sabtu ini diakhiri dengan makan malam.

Kebaktian minggu diadakan di Gereja dimulai jam 9:30 esoknya, semua bangku di Gereja penuh, sungguh luar biasa, ujar Robinson Sidabutar dan Sihar Nadeak, demikian juga Petrus dan lain lain kepada koresponden SPB.

Gubernur dari negara bagian Schleswig-Holstein, Peter Harry Cartensen dan Walikota Nordstrand, Jens Johann Jacobsen juga hadir pada acara kebaktian itu. Kebaktian dibuka dan dikumandangkan sebuah lagu solo yang dibawakan oleh putri R. Sidabutar, dilanjutkan salam/votum oleh Pdt. Wiese. Liturgi kebaktian diringi dengan lagu lagu Jerman dan koor dari Perki KKI eV Hamburg, Posaidon dari Odenbüll dan group Batak. Cukup hikmat, kata Sihar dan Sidabutar.

Selesai kebaktian, acara pesta kembali digelar dan semua hadirin melakukan foto bersama dengan gubernur Peter Harry Cartensen di Gereja dan dilingkungan monument Nomensen.

Sihar Nadeak selaku Ketua Panitia pada pertemuan lanjutan itu juga menyebut Horas, Horas, Horas dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada jemaat setempat yang sudah menerima masyarakat Batak dengan sambutan dan penghormatan yang luar biasa sehingga semuanya merasa seperti dikampung sendiri dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Gubernur.

Bapak Peter Harry Cartensen dalam sambutannya dengan gaya humornya menyampaikan respek kepada Opung Nomenssen yang berasal dari Nordstrand, dari sebuah kampung petani yang kecil tapi dapat mengubah dunia dengan keyakinan dan imannya, sehingga dia menjadi terkenal didunia.

Di Nordstrand Nomensen dikenal baik oleh kalangan umat Kristen, seperti rubrik yang dia dapatkan dari internet, dimana sebuah koran dinegara Swis menulis tentang misionar Nomensen di Sumatara yang berhasil menjadikan orang Batak menjadi Kristen. Karena hal ini bukanlah sesuatu yang mudah.

Memang sungguh aneh seorang putra petani di tanah datar dapat diterima oleh petani didaerah pegunungan karena daerah Batak sama seperti daerah Bavaria (Bayern). Gubernur Peter bangga akan prestasi dari Nomensen seorang putra Nordstrand yang sangat sederhana namun mempunyai karya luar biasa, apa lagi bila kita melihat situasi pada masa 1840 an, yang mana perjalanan dari eropah menuju Asia memakan waktu berbulan-bulan dengan kapal layar pada waktu itu.

Untuk meneruskan misi yang mulia ini Peter berkeinginan untuk suatu waktu dapat memenuhi undangan yang sudah disampaikan masyarakat Batak di Eropah itu untuk mengunjungi Indonesia khususnya Sumatera utara. Dengan harapan, semoga hubungan baik ini dapat lebih ditingglkatkan baik itu di bidang agama, sosial budaya dan ekonomi.

Pdt. Wiese dalam khotbahnya mengungkapkan akan iman yang dimiliki oleh Nomensen yang patut dijadikan contoh, dalam menyampaikan injil (khabar gembira). Dia mempunyai keberanian yang luar biasa karena iman nya. Tuhanlah yang akan memberi dia kekuatan dan penyertaan. Oleh karena penyerahan total kepada Tuhan maka segala sesuatu dapat dilaksanakan, walaupun itu tidak mungkin secara pikiran manusia.

Atas nama masyarakat Batak di Eropah yang katanya mungkin juga mendapat restu dari seluruh warga Batak di Indonesia Sihar Nadeak memberikan ulos kepada Gubernur Peter Harry Cartensen dan Pdt. Wiese sebagai ikatan lahir dan bathin. Sihar pada kesempatan itu juga menyampaikan rasa hormat dan pujian atas kerja keras tokoh atak di Eropah seluruhnya khususnya R. Sidabutar, Simon Ginting, T. Manurung dan saudara saudara lainnya, sehingga pesta musim panas itu bisa berjalan. Semangat Nomensen di Masyarakat Batak kini telah tumbuh bagi orang orang Batak di Jerman dan dapat kita dikenang dan pelajari kembali.
Riwayat bagaimana putra Nordstrand meninggalkan kampung merantau keluar untuk memperbaiki nasib yang lebih baik, lain halnya dengan Opung Nomensen yang pergi untuk memperbaiki nasib orang lain. Inilah suatu yang ajaib dalam mengikut Tuhan menjadi penjala orang seperti permintaan Jesus kepada murid muridnya.

Salah seorang Ketua DPP Kerukunan Masyarakat Batak (KERABAT) Indonesia Tunggal Saragih, SH, di kantor Redaksi Sinar Pagi Baru yang juga adalah kantor Perwakilan PARNA INDONESIA Jawa-Bali), Jalan Raya Poncol No. 19, Susukan, Ciracas, Jakarta Timur 13750 Phone (021) 8705801, (021) 87790450 usai mengadakan Lokakarya :”Pemberdayaan Lembaga Adat” pekan lalu kepada SPB mengatakan, apa yang dilakukan oleh masyarakat Batak di Eropah itu adalah juga merupakan tujuan dari KERABAT di Indonesia. Malah hubungan persahabatan tersebut baik dengan Gubernur Peter Harry Cartensen, Walikota Nordstrand, Jens Johann Jacobsen, dan masyarakat di negara negara Eropah harus dibina terus, termasuk para simpatisan lainnya.

Tunggal Saragih minta agar dibentuk Perwakilan KERABAT Eropa di Jerman dengan menunjuk beberapa sub etnis menjadi anggota Presidiumnya, seorang diantaranya Ketua Presidium dan seorang lagi Sekretaris Eksekutif untuk terus menjalin hubungan kerjasama dengan pemerintah dan NGO di seluruh bumi Eropah. Tolong kirimkan nama nama dan alamatnya ke alamat Kantor Sinar Pagi Baru di atas. Nanti juga akan kita jalin hubungan dengan orang orang Batak di Amerika, Timur Tengah, Australia, Malaysia, Singapura, Chine, dan Taiwan, tegasnya. (Tim SPB/AF/001)

 

 

 

 

Last Updated ( Sunday, 24 August 2008 )
Selanjutnya...

 
 

 

 
 
 
 
 

Berita Terbaru

Arsip

Links

KPK
Mabes Polri
Kejaksaan Agung
Depbudpar

Tentang Kami
Kontak
Visi Misi
Tim Redaksi
 
Redaksi :
JL Raya Poncol No. 19 Susukan - Ciracas, Jakarta Timur 13750
Telp/Fax:021.8705801
© 2010 sinarpagibaru.com -- WebMaster rhantoro.net