|
Diduga Preses HKBP Sibolga Sengaja Tidak Mau Melayani, dan Berbohong?
Lindungi Voorhanger HKBP Uratan Resort Barus
Barus, Tapteng-Medan, SPB
Kasus Nanti Sihotang dari HKBP Uratan, Kecamatan Andam, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), merupakan suatu kasus yang perlu dikaji secara luas oleh HKBP. Pasalnya, di seluruh Indonesia HKBP termasuk di Jakarta hanya mengandalkan pendaftaran ulang, bukan memegang teguh sumpahnya kepada Tuhan tentang bagaimana penelusuran anggota jemaat saat ini.
Khotbah-khotbah yang didengar dari mimbar gereja bukan saja di HKBP jelas bahwa para pengurus jemaat seperti Voorgangger, Penetua, Pendeta diibaratkan sebagai “Pengembala”. Apa yang akan ia perbuat sebagai bukti, pelayanan, bukan apa hasil yang akan saya peroleh dari jemaat. Walau sering disalah tafsirkan karena ulah segelintir orang, yang perlu dikaji ulang, sebagai voorgangger, dan pendeta termasuk penetua, tanpa mengajari mereka. Karena kata kata sumber SPB itu adalah berasal dari khotbah khotbah yang bernada indah indah. Tidak ada khotbah yang jelek, walau apakah pelaksanaannya demikian jelek, sebagai ungkapan miris mengenai kasus Nanti Sihotang.
SPB kembali menghubungi No. telp seluler Preses HKBP Sibolga Jawasen Simamora S.Th yang berjanji dengan keluarga Nanti Sihotang.
Sumber berangkat ke Uratan tanggal 22 Nopember 2009 lalu, berangkat ke Gereja Uratan Kec. Andam Dewi dan Resort HKBP Barus untuk menyelesaikan kasus Alm.si-Nanti Sihotang (69) yang di kebumikan tanpa sakramen menurut Agama Kristen HKBP.
Sejak 20 Nopember 2009, Preses Jawasen Simamora S.Th marah besar seolah-olah bukan hamba Allah. Ketika diingatkan SPB janjinya mengenai Alm. si-Nanti Sihotang dan sampai Jum’at 4 Desember 2009, empat kali SPB menghubungi telp. selulernya aktif tapi tidak diangkat, sekali lagi di hubungi Veronika (mati), kembali di hubungi dua kali lagi ada nada masuk, tetapi tidak di angkat.
Jawasen Simamora berbohong kepada wartawan SPB, mengenai penyelesaian setidak tidaknya pelayanan apa yang diberikan sekedar melembutkan hati keluarga Nanti Sihotang. Nanti Sihotang sudah dikubur, tinggal pertanyaan, apa sebenarnya yang terjadi dalam tubuh HKBP Uratan, Kecamatan Andam, Distik Sibolga di bawah Jawasen Simamora. Walau ia sempat menjanjikan untuk menyelesaikan, apa sih yang akan diselesaikannya. Nanti Sihotang sudah di alam sana, tinggal dosa dosa oknum tertentu yang masih gentayangan di bumi ini sebelum semua yang hidup dan yang mati diadili oleh Yesus Kristus.
Dalam hal ini, tetapi sampai saat berita yang ke-enam kali ini diturunkan Nomor telp selulernya tidak dapat dihubungi SPB lagi. Itulah potret seorang Preses HKBP, dan hal ini kata sumber itu merusak citra HKBP yang membawa bawa nama “Batak” yang seharusnya dapat menjelaskan, bagaimana arti kata “Pelayanan”.
Sumber SPB yang disampaikan oleh wartawan SPB ke Redaksi mengatakan, diduga Preses HKBP Sibolga Jawasen Simamora S.Th melindungi perbuatan Guru Jemaat (voorhanger) HKBP Uratan Kec. Andam Dewi Resort Barus Pambun Marbun dan Raskal Sinaga. Mungkin hal yang sama pernah dilakukan Jawasen yang dapat dikira memberikan pelayanan kepada jemaat dengan dikap tidak sebagai “pelayan” yang oleh keluarga Nanti Sihotang, suka bicara tidak benar alias berbohong, ujarnya. Sebelum wartawan SPB menghubungi Preses HKBP Sibolga Jawasen Simamora, S.Th terlebih dahulu menghubungi No. Telp Kantor Pusat HKBP di Pearaja Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) sebanyak tujuh kali. Nada panggil masuk, namun terakhir pesawat di gantung sehingga bunyi suara telepon mendengung menyakitkan kuping. Begitu juga nomor telepon seluler personalia HKBP Pearaja Tarutung Pdt bermarga Sitompul No. HP 081397957800, empat kali dihubungi semuanya, Veronika, satu kali aktif tidak diangkat kemudian dua kali lagi dihubungi dimatikan. Itulah sekedar pengalaman keluarga Nanti Sihotang (alm) yang dikubur tidak dengan sekramen HKBP seperti lajimnya. Siapakah yang akan berdosa, entahlah, karena Nanti Sihotang sudah di alam sana. Mari kita renungkan, karena Yesus datang ke dunia mengatakan : “Aku datang untuk melayani, bukan untuk dilayani”. (Barita Manullang/Asrin Sihotang/001)
|