|
Kasus Dikuburnya Nanti Sihotang, Jemaat HKBP Tanpa Sekramen:
Isteri Ephorus HKBP Mengaku “Terkejut”
Barus, Tapteng-Medan, SPB
Kasus meninggal dan dikuburnya Nanti Sihotang, tanpa sekremant tidak saja meninggalkan kesan tak enak dengan keluarga besar dan lembaga HKBP di Indonesia. Tapi juga menyisakan uneg uneg tak enak, belum lagi kalau ada penghukuman akhir zaman yang di hadapan Allah, Tuhan Yang Maha Esa tidak ada yang tersembunyi, dan di sana tidak pakai uang.
Kasus yang menimpa Nanti Sihotang oleh keluarganya, masih terus diupayakan untuk disampaikan ke Pimpinan Pusat HKBP di Pea Raja Tarutung. Jum’at pukul 09.30 Wib, pagi wartawan SPB kembali manghubungi Nomor telepon Pendeta Nelson Siregar yang di terima dengan baik oleh istri dari Pendeta Nelson Siregar. Karena No.telepon seluler Ephorus Pdt. DR. Bonar Napitupulu, S,Th, tidak di ketahuinya dan langsung memberikan No. telp Selulernya ke seseorang bermarga Br. Sitanggang, karena katanya isteri dari Ephorus HKBP Pusat Pearaja DR. Bonar Napitupulu adalah seorang perempuan dari keluarga besar Sitanggang.
Ketika SPB manghubungi No. Telp Seluler Istri Ephorus DR. Bonar Napitupulu yang mengaku bermarga Br. Sitanggang, 2 kali tidak aktif (veronica). Setelah di SMS langsung dibalas dan mengatakan, HPnya baru dibuka. SPB langsung menanyakan kasus penguburan Alm. si-Nanti Sihotang pada tanggal 18 Oktober 2009 tanpa sakramen oleh Guru Jemaat atau (voorhanger) HKBP Uratan Resort Barus Kab. Tepteng, yaitu Pambun Marbun dan Raskal Sinaga, menurut Agama Kristen, HKBP yang mengatas namakan kelompok (individu) ruas HKBP Uratan.
Nyonya Ephorus HKBP, Br.Sitanggang sangat terkejut mendengar perbuatan Pambun Marbun dan Preses HKBP Sibolga Jawasen Simamora, STh. Ia kedengarannya marah besar karena diingatkan SPB janjinya untuk peyelesaian kasus ini. Bahkan Nyonya DR. Bonar Br. Sitanggang bertanya pada SPB, siapa nama Pendeta HKBP Resort Barus, katanya bertanya. Jawab SPB Tidak Tahu, karena Preses Jawasen tidak mau memberi tahu ketika ditanya SPB Via telepon selulernya.
Br. Sitanggang berjanji pada SPB, berhubung Bapak Ephorus masih di rawat di Medan karena kecelakaan juga belum dapat masuk kerja seperti biasa. Kasus Nanti Sihotang akan diberitahu pada Ephorus (Opui).karena bulan Desember 2009 ini penuh dengan kegiatan Natal. Kantor pusat katanya mulai tanggal 16 Desember sudah libur, jadi mulai bulan Januari 2010 baru masuk kerja, pelayanan seperti biasa, katanya. Br.sitanggang berjanji pada SPB. Katanya dua minggu ke depan akan ada jawaban penyelesaian kasus ini dari Bapak Ephorus Dr. Bonar Napitupulu, akunya. SPB juga menyampaikan salam kepada Br.Sitanggang semoga Bapak DR. Bonar Napitupulu, S.Th, Ephorus HKBP lekas sembuh dari sakitnya. (Asrin Sihotang/001)
|