| Editorial | | Iklan Baris | | Forum | | Pasang Iklan |

arrowBerita Utama arrow Jambi arrow Pemerintahan SBY Bohongi Korban Gempa Monday, 06 September 2010  
 

Pemerintahan SBY Bohongi Korban Gempa PDF Print E-mail
| Oleh : Septyan/Ronal |
| Monday, 01 February 2010 |

Korban Gempa Bangun Kantor Desa Bukan Bantuan Pemerintah, Tapi Swadaya :

Pemerintahan SBY Bohongi Korban Gempa

Tasikmalaya, SPB.

Gempa bumi yang melanda Kabupaten Tasikmalaya dan sekitarnya sampai sekarang masih menyisakan masalah yang belum terselesaikan. Semua akibat banyaknya korban dan kerugian, selain ada dugaan oknum oknum masyarakat dan pejabat yang sengaja berbuat demikian. Sehingga rakyat sebagian kini masih menelan pil pahit dan menderita lahir dan bathin. Warga sumber SPB menuding Pemerintah Pusat yang dipimpin oleh SBY bohongi korban gempa Sukabumi.

Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf sewaktu melihat dari dekat korban gempa Sukabumi tahun lalu itu kepada SPB mengatakan, untuk Propinsi Jawa Barat pemerintah pusat berjanji akan memberikan bantuan sebesar Rp 1,5 Triliun, ternyata sampai saat ini kata Dede Yusuf pemerintah pusat baru memberikan bantuan Rp 250 Miliar, yanhg katanya telah langsung disalurkan ke rekening Pokmas se Jawa Barat.

Khusus mengenai bantuan tahap II terhadap korban gempa, Dede Yusup belum bisa memastikan kapan akan turun. Padahal puluhan ribu korban gempa yang berada di Kabupaten Tasikmalaya yang belum kebagian dana bantuan pada Tahap I yang sampai kini masih sangat mengharapkan sekali dana itu.

Lebih jauh Dede Yusup usai meninjau rumah salah seorang warga korban bencana gempa yang tengah diperbaiki di Desa Mekarwangi kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya beberapa waktu lalu itu mengatakan, hingga kini dana dari pusat buat korban bencana gempa bumi di Jawa Barat untuk tahap ke II belum ada kepastian kapan akan diturunkan. Namun yang pasti kata Wagub, sesuai janji pemerintah semua korban bencana akan mendapatkan dana bantuan stimulus sesuai tingkatannya.

Untuk tahap pertama dana bantuan yang telah disalurkan kepada korban bencana gempa di Jawa Barat adalah Rp 250 Miliyar bersumber dari pemerintah Pusat dan Rp 240 dari pemerintah Propinsi Jawa Barat. Untuk Propinsi Jawa Barat bantuan dari pusat sudah dijanjikan sebesar Rp 1,5 Triliyun. “ Tahap pertama kita baru mendapatkan dana bantuan dari pusat sebesar Rp 250 miliyar, katanya.

Dede Yusuf memberi alasan mengapa belum seluruh korban bencana gempa Tasikmalaya mendapatkan bantuan, adalah dikarenakan keterbatasan dana. Ketika ditanya soal perhatian pemerintah terhadap keberadaan warga yang masih menghuni tenda tenda darurat dan belum mendapatkan bantuan pada tahap pertama, Dede mengakui, tetap akan dibantu dan diperhatikan. Namum Dede tidak menjelaskan bentuk perhatian dan bantuan yang akan diberikan pemerintah terhadap warga tersebut. 

Sementara Wakil Bupati Tasikmalaya H.E. Hidayat yang mendampingi Wagub Dede Yusup  menambahkan, di Kabupaten Tasikmalaya saat ini warga korban bencana sudah tidak ada yang tinggal di tenda tenda komunal. Yang ada adalah di tenda tenda keluarga yang dibuat oleh warga sendiri. Tapi itupun jumlahnya kian berkurang karena sebagian warga ada yang ikut numpang sementara di keluarganya masing masing atau di tetangganya.

Dalam kunjungannya ke Desa Mekarwangi itu, Wagub Dede Yusup meninjau pula pembangunan kembali kantor Desa Mekarwangi yang hancur diakibatkan gempa bumi. Kepada Wagub Jawa Barat, kepala Desa Mekarwangi mengatakan pembangunan kembali kantor Desa tersebut bersumber dari swadaya murni masyarakat,  bukan dari pemerintah. Sampai sekarang katanya bantuan dari pemerintah sendiri belum turun. Maka untuk menunjang kelancaran pelayanan terhadap masyarakat, pihaknya kata kepala desa bekerjasama dengan BPD dan warga sepakat untuk membangun kembali kantor desa walaupun dananya hingga kini terendat sendat.

Sebelum meninjau ke desa Mekarwangi terlebih dahulu Wagub Jawa Barat Dede Yusup terlebih dahulu melakukan  pembicaraan dengan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya di pendopo Tasikmalaya mengenai penanganan korban bencana alam gempa bumi khususnya yang telah mendapatkan dana bantuan tahap I. Entah apa yang dibicarakan tidak diberitahukan kepada publik kecuali secara umum diketahui hanya mengenai korban bencana alam. (septyan/Ronal)

Comments
Add New Search
Beri Tanggapan
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."


< Prev   Next >
 
 

 

 
 
 
 
 

Berita Terbaru

Arsip

Links

KPK
Mabes Polri
Kejaksaan Agung
Depbudpar

Tentang Kami
Kontak
Visi Misi
Tim Redaksi
 
Redaksi :
JL Raya Poncol No. 19 Susukan - Ciracas, Jakarta Timur 13750
Telp/Fax:021.8705801
© 2010 sinarpagibaru.com -- WebMaster rhantoro.net