Daerah  

Ini Dia Penemu Kue Bolu Pisang, Namanya Ibu Onih Suhartini Asal Sukabumi

Ibu Onih berserta suami.

SUKABUMI, Sinarpagibaru. Com – Siapa yang tidak kenal dengan merk makanan satu ini, Bolu Pisang Ibu Onih, kue bolu yang melekat citra rasa pisangnya yang membuat lidah kita ingin terus memakannya sampai kenyang.
Bahkan di google sekalipun ketika membuka keyword bolu pisang pasti menjadi urutan teratas adalah bolu pisang Ibu Onih.

Nama “Bolu Pisang Ibu Onih” ternyata diambil dari nama pembuatnya yaitu Onih Suhartini, yang saat ini sudah memiliki 30 gerai outlet yang menyebar di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

Dengan berbekal hobi membuat kue, Ibu Onih membuat olahan dari bahan pisang, awalnya dia menjual kue buatannya itu menitip dari warung ke warung dengan modal seadanya.

Saat ditemui wartawan media ini, Ibu Onih yang memiliki nama panjang Onih Suhartini itu menceritakan bahwa dia menjalankan usaha kuenya sejak tahun 1970-an.

Dia memberanikan diri membuat inovasi mengolah olahan kue dari bahan dasar pisang, kemudian karena minat masyarakat untuk mengkonsupsi kue pisang buatannya itu semakin banyak, di tahun 1980an ibu Onih membuat hak paten atas kue buatannya tersebut.

Awalnya wanita kelahiran Sukabumi itu dengan tidak sengaja melihat banyaknya hasil pertanian dan perkebunan pisang didaerahnya. Meski tanpa ilmu dan kursus, memberanikan diri membuat sebuah olahan dengan dasar utama pisang.

Ditangannya buah pisang itu disulap menjadi jajanan kue, yang lama kelamaan memikat banya pelanggan serta menjadi idola diberbagai kegiatan warga di seluruh daerah di Sukabumi dan sekitarnya.

Baca Juga :  Melalui Suntikan Dana LPDB-KUMKM Peluang Bisnis Kopkar Gobel Makin Meluas

Sejak saat itu namanya mulai dikenal masyarakat, berbagai pesanan pun mengalir deras. Yang hingga saat ini cabang usaha ibu Onih sudah ada kurang lebih 30 Gerai Outlet Bolu Pisang Ibu Onih.

Sejarah nama Bolu Pisang Onih dari awal memang banyak ragam yang dibuatnya, ada Bolu Caramel, Bolu Pandan, Kukus, dan sebagainya.

Tetapi dari sekian banyak jenis bolu yang digemari masyarakat Sukabumi saat itu adalah Bolu Pisang, maka akhirnya terkenalah dengan sebutan Bolu Pisang Ibu Onih.

Menurut Ibu Onih saat dulu belum banyak bantuan dari pemerintahan terhadap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kecenderungannya UMKM saat itu di tahun 1970an hidup dan mati sendiri, namun dia tetap bertahan karena minat masyarakat atas bolu pisang itu.

Lalu untuk mengembangkan bisnisnya dengan bantuan dari Pinjaman Perbankan akhirnya perlahan namun pasti Bisnis Bolu Pisang Ibu Onih makin berkembang. Ibu Onih melakukan bisnis modern dengan semi franchise namun penuh kekeluargaan.

Setiap orang yang mau membuka gerai bolu pisang onih dapat mengajukannya langsung kepadanya dan nanti akan system bagi hasil yang tranparans serta semua sama sama menguntungkan. ujar ibu Onih kepada wartawan media ini.

Dia menambahkan bahwa dibalik keberhasilan usahanya adalah kerja keras, doa serta support suami, anak-anak dan keluarga yang memberi support untuk terus tumbuh berkembang.
Terus berinovasi, di luar gerai toko, ibu Onih juga mencoba dengan strategy mobile canvasing dengan mempergunakan Mobil Operasional atau OB Van yang semua logonya dikasi Bolu Pisang Onih.

Baca Juga :  Wakil Bupati Samosir Hadiri Pembukaaan Pekan Raya Sumatera Utara Ke-49

Omzet dari Mobil inipun lumayan karena jemput bola untuk para penggemar makanan produksi dari Bolu Oni. pengajian mingguan rutin dan setiap kegiatan keagaman juga menjadi prioritas pasar kuenya.

Pesan moril yang disampaikan ibu Onih bagi para wirausahawan muda adalah harus kuat mental dalam berbisnis, melihat perjalannya dari tahun 1970an sampai sekarang melalui berbagai ujian, naik turun bisnis dan berbagai hal lainnya.

Sehingga dalam berbisnis tentu harus bisa menikmati, mensyukuri dan menjalani apapun hasil dari bisnis setiap hari, minggu, bulan dan tahun meski tentunya ada naik turun, untung rugi serta enak nggaknya tetap jalani itu dengan sebuah kebahagiaan hakiki.

Karena menurutnya nanti akan ketemu ujung kesuksesan yang sudah ditakdirkan dari Yang Maha Kuasa tentunya, tutup ibu Onih.

(Deta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *