KPL Mina Sumitra Karangsong Indramayu Gelar Tradisi Nadran

INDRAMAYU, sinarpagibaru.com – Tradisi Nadran KPL Mina Sumitra Desa Karangsong Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu gelar tradisi nadran setiap tahunya terus di gelar, hal itu terlihat ribuan yg masyarakat merayakannya dengan berbagai macam aksi seperti, pawai membawa miniature perahu-perahuan, miniature ikan-ikanan, dan membawa sesajen berisikan, hasil nelayan melaut untuk kemudian di hanyutkan Larung kepala kerbau lepas di tengah laut, pada Rabu (3/5/2023.

Sejumlah elemen Nampak mengikuti tradisi tersebut seperti dari Bupati Indramayu Hj.Nina Agustina, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dispudbar) Kabupaten Indramayu, Dewan Kesenian Indramayu (DKI) ,Ketua dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu dan anggota Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Indramayu.

Salah satu tokoh nelayan Desa Karangsong Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu, Heru Prasetyo menjelaskan, tradisi nadran merupakan bentuk syukur nelayan atas segala limpahan dan rezeki hasil melaut dari Tuhan, sebagai menambah meriahnya acara melibatkan pentas budaya dan tradisi desa.

“Upacara adat nadran diselenggarakan secara rutin setiap tahun. selain upacara ritual adat, kesenian tradisional juga diselenggarakan pasar malam untuk masyarat di Kabupaten Indramayu,”jelasnya. Rabu 3 Mei 2023.
Kerbau juga tenaganya besar dalam arti bisa membajak sawah dan sebagainya makanya kenapa kerbau,kenapa engga pakai sapi, yak arena kerbau ini adalah symbol kita yang kuat seperti halnya nelayan yang tahan hujan maupun badai ditengah laut.”kata H.Darto,ketua KPL Mina Sumitra karangsong.

Masih dikatakan H.Darto ketua KPL Mina Sumitra karangsong usai acara diminta konfirmasi oleh mediasinarpagibaru.com_ diiruangan tempat terpisah mengatakan “pesta laut nadran ini adalah warisan dari nenek moyang zaman dahulu sampai sekarang yang terus dilestarikan oleh nelayan.

Baca Juga :  Kepala Desa Limbangan, Deden Wikanda Hadiri Perayaan Isra Mi’raj di Perumahan Tiara Regency

Alhamdulillah Pesta nelayan nadran hari ini sangat lancar kondusif , Dikarenakan acara nadran atau pesta laut ini memerlukan anggaran dana yang tidak sedikit Tanya awak media Alhamdulillah penggalangan dana itu dapat iuran dari para juragan-juragan nelayan tersebut dan anggota-anggotanya.

Ribuan warga berbondong-bondong untuk menyukseskan acara nadran atau pesta laut ini, selain acara hiburan juga ada acara religi, untuk harapannya saya setelah pesta laut ada penutupan salah satunya yaitu acara sunatan masal dan santunan anak yatim sebanyak 100 anak yatim dan penutupannya lagi nelayan bersholawat yang dibawakan oleh habib syech dari solo dan kedepannya harapan kami nelayan nelayan kami karna dulu kalau pulang dari melaut para nelayan identic dengan keributan, dan setelah berubah , sekarang kita arahkan ke nelayan bersholawat semoga beliau teman – teman kita bergeser dari urak-urakan bisa berubah ke religious.

Lanjut H.Darto , Acara nadran ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit hasil dari iuran juga dari kita untuk masyarakat Indramayu khususnya kalau mengenai jumlah anggaran yang tersebut kurang lebih total sekitar 1,5 miliyar , itupun dari kita dan di bantu dari bapak H.Tisa ,Bapak H. Suwarto dan lain-lain penggalangnya pun semenjak bulan 12 tahun kemaren sampe sekarang, waktu itu covid 19 juga saya mau mengadakan Nadran Nelayan pesta laut , cuman hasil dari iuran para juragan nelayan cuman dapat dananya banyak berkurang , dana juga kita mendaftar karena apa waktu itu ada covid makanya ada nelayan bernazar, ada nelayan mendekatkan diri kepada tuhan YME.

Kalau kepala kerbau itu diakan zaman dulu sejak nenek moyang kita dan saya belum lahir kita juga mengikuti yang dahulu ,dan itu juga ada ritual ritualnya karna apa kata orang dulu misalnya dimusrikan juga itukan buat kita dan nelayan cari ikan, nah maka dari itu tanduk atau kepala kerbau dibuang ditengah laut biar dimakan ikan besar tersebut diambil kepada orang nelayan lagi, begitulah sama-sama menguntungkan , Ungkap H.Darto
Sementara itu Pesta Nadran di sikapi langsung oleh Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu, H.Syaefudin, SH mengatakan, tradisi merupakan suatu yang melekat dan sudah mendarah daging, menyatu artinya ditempati atau diduduki oleh masyarakat (rakyat) yang memiliki bermacam-macam kebudayaan. Patut disyukuri, karena walaupun Indonesia di huni oleh beranekaragam budaya.

Baca Juga :  Sea Cleaner Gelar Diskusi dengan Bupati Samosir Terkait Rencana Mendatangkan Kapal Penyedot Sampah di Danau Toba

“Tradisi kebudayaan perlu di lestarikan dan jangan sampai dilupakan oleh anak cucu bangsa Indonesia agar mereka juga tahu bahwa indonesia mempunyai banyak kebudayaan daerah, mari kita ambil positifnya bukan hanya sekedar dari sisi budaya tetapi juga dari sisi ekonomi, pariwisata dan dari sisi lainnya sehingga ada nilai-nilai positif agar tercipta kontribusi untuk daerah kita,” ujarnya.

(Teja,S.Spb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *