Ada Matrial Kesehatan Tertinggal, Pelayanan RS PAD Kota Cirebon Teledor

Rumah Sakit Panti Abdi Dharma (Rs PAD) Kota Cirebon. (Foto: Ist Ilman)

Sinarpagibaru.com – Pasien Rumah Sakit Panti Abdi Dharma (Rs PAD) Kota Cirebon Kecewa atas pelayanan yang telah diberikan kepada Ani Fitriani warga Desa Beber Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon Jawa Barat.

Ani sendiri mengaku kecewa dan kesal terhadap pihak RS PAD karena ia mengaku tidak di berikan informasi oleh pihak Rumah sakit bila di Anunya ada kain kasa yang tertinggal usai dirinya melahirkan anak keduanya pada tanggal 22 Maret 2023 lalu jelas” Ani.

Kepada wartwan senin 10/4/2023 dirumahnya mengatakan, Setelah sepuluh hari melahirkan, Ani mengaku mengalami susah buang air kecil bahkan tercium bau tidak sedap dari vaginanya.

Bahkan, lanjut Ani mengatakan, terasa ada yang mengganjal di dalam Vagina sehingga pada tanggal 7 April 2023 kemarin Ani memeriksakan keluhannya kepada bidan di desa nya.

Setelah dilakukan pemeriksaan Ani mengaku terkejut karena di dalam Vaginanya terdapat segempal kain kasa yang sudah bau busuk dan berwarna gelap.

Baca Juga :  Menteri Siti Nurbaya: Sarwono Kusumaatmadja, Patriot Bangsa Penyelamat Lingkungan

Atas kejadian itu ibu muda tersebut merasa kecewa karena pihak RS PAD sebelumnya tidak memberi informasi bila di Vagina masih ada kain penyumbat tuturnya.

Ani meminta kepada pihak RS PAD untuk memperbaiki pelayanan kepada pasiennya meski, pasien itu menggunakan BPJS.

Sedangkan pihak RS PAD saat di mintai keterangan terkait adanya pasien korban keteldoran dari Petugas di Rumah Sakit tersebut, Dr Hervan Umbaran Sp.Og sebagai dokter yang bertanggung jawab dalam penangan pasien atas nama Ani pihaknya melempar persoalan itu Kepada HRD dan manajer Perawat.

Bahkan Dokter Hervan Umbaran hanya menitipkan pesan kepada Scurity bahwa pihaknya sibuk hari ini banyak agenda untuk Oprasi di RS Gunung Jati kota Cirebon ungkap security menirukan Hervan di depan wartawan.

Sedangkan manager perawat yang di dampingi HRD, pihaknya mengaku itu bukan merupakan mal praktek tapi lebih tepatnya keteldoran kami perawat dan itu tidak ada dampak apa-apa hanya mungkin menyebabkan bau tidak sedap saja jelas Suster Theresia manajer keperawatan pada Senin 10 April 2023 di ruang kerjanya.

Baca Juga :  Di Semarang, Menteri PANRB Akan Sosialisasikan Perubahan Roadmap RB 2020-2024

“Dokter Hervan tidak ada jadwal di RSUD gunung jati ia, setahu kami hanya ada praktek di klinik di daerah Indramayu dan di RS PAD Kota Cirebon”, kata Theresia.

Disampaikan pula bahwa Atas kejadian ini merupakan pembelajaran bagi kami pihak RS PAD dan kami akan melakukan evaluasi kerja untuk lebih baik lagi. (ilman).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *