Kepsek Sri Widayati Sebut SDN Pondok Cina 01 Belum di Merger

Foto bersama para guru SDN Pondok Cina 05, Kota Depok. (Foto: ist)

DEPOK, Sinarpagibaru.com – SDN Pondok Cina 01 yang sempat menjadi “Viral” di Publik sampai berujung ke meja persidangan antara warga dengan Pemerintah Kota Depok.

SDN Pondok Cina 01 dalam keprihatinannya namun itu tidak mengurangi surutnya siswa/siswi untuk belajar, kini kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan.

“Ini terlhat masih ada beberapa siswa/i yang masih bertahan di SDN Pocin 01, sebanyak 176 siswa yakni, kelas 2B sebanyak 23 orang, kelas 3A 17 orang, kelas 3B 22 orang, kelas 4A 21 orang, kelas 4B 23 orang, kelas 5A 28 orang, kelas 5B 21 orang dan 6A 21 orang dan sebagian siswa lagi telah di gabungkan ke SDN Poncin 5”, kata Sri Widayati Kepala Sekolah SDN Pondok Cina (Pocin) 5 yang juga merangkap Plt SDN Pondok Cina (Pocin) 1, Jumat ( 15/9) di Jalan Margonda Kota Depok Jawa Barat.

Baca Juga :  Gelar Konferensi Pers Ops Antik, Polda Kaltim Berhasil Ungkap 252 Kasus Narkoba

Sambung Sri, meskipun persoalan Pocin bisa diatasi oleh pemerintah yang terkait, saya selaku petugas adalah merupakan beban amanah memegang tanggung Jawab dua sekolah.

Saya yang saat ini masih pimpinan SDN pocin 05 merangkap SDN pocin 01 yang statusnya masih belum di Merger.
berharap apa yang perna ada anggaplah suatu pengalaman buat kami.

“Mudah-mudahan anak-anak dan orang tua lebih aman dan kondusif baik saat ini dan kedepannya”, ujar Kepsek.

Menggapai proyek pembangunan Poncin 01 yang sedang di bangun yang di kerjakan olah Pokmas setempat.

Lebih jauh Sri menjelaskan, kalau pembangunan proyek yang di lokasi SDN pocin 5 adalah penambahan ruang RKB.

“Dimana nantinya SDN pocin akan di Merger ke SDN pocin 5, karena kelas nya kurang perlunya tambahan RKB”, terangnya.

Baca Juga :  Polsek Cikarang Barat Salurkan Sembako di Kampung Bojong Koneng

“Saya yang perna diajak duduk bareng oleh kelurahan, pokmas dan dinas terkait, saya di tanya oleh pihak kelurahan kalau saya butuh apa, sebagai pelaksana penguna sekolah tentu saya jawab sesuai ke butuhan”, ujar Sri.

“Kami pihak sekolah, siapapun yang mengerjakan proyek itu terserah saja intinya kami berharap nantinya bisa di manfaatkan oleh Masyarakat serta aman buat anak didik”, pungkas Sri. (GI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *