Daerah  

Masjid Pertama di Desa Pondok Baru Sukoharjo Kini Bersertipikat

Pengurus Masjid Jami' At Taubah Miftahul Jannah Desa Pondok Baru, Kabupaten Sukoharjo terima Sertipikat tanah wakaf dari Kementerian ATR/BPN. (Foto: Humas Kemen ATR/BPN)

SUKOHARJO, Sinarpagibaru.com – Masjid Jami’ At Taubah Miftahul Jannah di Kabupaten Sukoharjo, pada Rabu (20/09/2023) resmi memiliki sertipikat hak atas tanahnya. Masjid yang mulanya didirikan menjadi musala ini merupakan masjid pertama di Desa Pondok Baru, Kabupaten Sukoharjo yang bersertipikat.

Suradi sang pengurus masjid menceritakan, saat masjid mulai beroperasi di tahun 2000, masyarakat di desanya begitu antusias beribadah di masjid tersebut. Bersamaan dengan antusiasme masyarakat, para pengurus masjid mulai merasa khawatir akan keamanan tanahnya lantaran tanah wakaf tempat masjid berdiri belum memiliki bukti kepemilikan yang sah. “Karena sejak berdiri dan diwakafkan, Masjid Jami’ At Taubah Miftahul Jannah belum memiliki sertipikat,” ungkapnya usai menerima sertipikat dari Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Raja Juli Antoni.

Baca Juga :  Kunjungi Jawa Timur, Menteri ATR/BPN Akan Serahkan Sertipikat Tanah Wakaf, Aset dan Restribusi Tanah

Suradi mengatakan, sejak awal berdiri, sudah ada tiga wakif yang mewakafkan tanahnya untuk kepentingan umat di Desa Pondok Baru. Namun, kala itu pengurus merasa kesulitan dalam menyertipikatkan tanah wakaf. Dengan Gerakan Nasional Sertipikasi Rumah Ibadah dan Pesantren yang diinisiasi Kementerian ATR/BPN barulah masjid yang ia kelola ini resmi bersertipikat. “Ya, saya haru dan senang, akhirnya masjid ini memiliki sertipikat,” tuturnya.

Suradi juga mengungkapkan, dalam proses pembuatan sertipikat ia merasa tidak mengalami kesulitan. “Cepat. Petugasnya juga datang langsung, bolak-balik,” tambahnya.

Baca Juga :  Kementerian ATR/BPN Eratkan Kerja Sama dengan Bank Dunia dalam Transformasi Digital

Dengan adanya sertipikat untuk masjidnya, ia menilai pengurus dan masyarakat setempat bisa lebih aman dan nyaman dalam beribadah. Lebih dari itu, ia berharap, Masjid Jami’ At Taubah Miftahul Jannah bisa bebas dari mafia tanah. (Gtg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *